Tampilkan postingan dengan label menulis yuk.... Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menulis yuk.... Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Maret 2010

Aku (TIDAK) Suka dengan Negara Bernama Indonesia


Indonesia, sebuah negara yang berada di antara Benua Asia dan Australia. Sebuah negara dengan jumlah penduduk hampir 230 juta jiwa. Negara yang saat ini 'baru' berusia 55 tahun. Sebuah negara yang baru-baru ini tercatat sebagai negara terkorup se-Asia Pasifik. Juga tercatat sebagai negara pengakses situs porno terbanyak di dunia.

Sungguh luar biasa prestasi yang ditorehkan oleh Indonesia di kancah percaturan Asia, bahkan dunia. Terlebih jika melihat prestasi Indoensia dalam bidang lain, ambil contoh bidang olah raga. Masih belum lepas dari ingatan kita ketika kualifikasi Piala Asia, di mana saat itu ada pemain 'kedua belas' Indonesia yang hampir saja mengoyak gawang Al Habsi, kiper Timnas Oman yang juga merumput di klub Liga Premier Inggris Bolton Wanderers. Itulah yang juga dirasakan Hendri Mulyadi yang merasa kesal Timnas Indonesia tidak bisa berprestasi lebih baik lagi sejak piala Asia 1996, di mana di kala itu Widodo C. Putra mencetak satu gol terbaik di Asia.

Minggu, 07 Februari 2010

Merancang Masa Depan

Tulisan ini pernah ditulis di sebuah Notes di Facebook milik Iqbal Taftazani.



Terinspirasi dengan tulisan sesorang yang menuliskan rencana masa depannya, juga di notes di jejaring sosial ini.

Dalam beberapa kali, sering penulis tuliskan status di jejaring sosial ini yang secara eksplisit menerangkan rencana masa depan. Namun seketika itu penulis hanya bisa tertawa kecil atau paling tidak senyum-senyum sendiri. Mengapa ? Karena hampir setiap comment yang ada mesti mengarah pada suatu hal yang orang sering bilang pernikahan. :D


Memang tidak salah comment-comment tersebut, hanya saja terasa sempit saja jika masa depan hanya berujung pada satu kata pernikahan.


Namun demikian, pernikahan, kata berimbuhan yang berkata dasar nikah dengan imbuhan per-an, adalah satu kata yang luar biasa bagi kalangan temen-temen penulis di waktu dulu dan sekarang. Beberapa temen dan saudara telah menjalaninya, dan beberapa lagi akan segera menjalaninya. Penulis teringat dengan sebuah nasyid dari Justice Voice dengan judul Rumus Canggih, pada salah satu bagian syairnya, kata 'P E R N I K A H A N' disebutkan dengan sebuah penekanan khusus dalam melantunkannya.

Rabu, 14 November 2007

Menulis, menulis, dan menulis...

Sudah sejak lama sebanarnya keinginan ini muncul. Dulu, sebagai seorang siswa SMP yang belum mengert, aku termasuk orang yang boleh dibilang penurut, manutan, dan tidak pernah ngeyel, meskipun dalam beberapa kasus aku juga ngeyel sih. Tapi aku pikir wajar lah, namanya juga masih SMP.

Sampai suatu hari, ada sebuah pengumuman dari guruku saat itu, namanya Pak Rudi Darmawan, seorang guru Keterampilan Kelistrikan di SMPN 15 Yogyakarta, menawarkan kepada teman sekelasku bahwa akan diadakan ekstrakurikuler KIR. Aku jadi ingat dengan kakaku Ahmad Kusumaatmaja, yang sekarang jadi asisten dosen di UGM. Dulu saat SMP, dia juga ikut KIR yang tampaknya asyik juga tuh buat ngisi waktu luang. Maklum, dulu waktu SMP, aku tidak punya kesibukan apapun. Berangkat pukul 06.30 dari rumah, kadang lebih sih, trus ampe sekolahan jam 07.00, belum kalo kecegat kereta yang lewat. Kebetulan sekolahku dekat dengan stasiun Lempuyangan. Wal hasil sampe sekolah bisa lebih dari jam 7.

Kembali ke KIR, akhirnya, aku dengan seorang temanku, Surya namanya, ikut dalam KIR tersebut. Aku ingat saat diminta melakukan penelitian, aku dan Surya mengambil topik tentang pedagang asongan. Penelitian itu dilakukan di kawasan Malioboro. Saat ke lapangan, aku dan Surya mengambil tempat pertama kali di Stasiun Tugu. Aku dan Surya naik sepeda dari kawasan Lempuyangan menuju Stasiun Tugu. Sebuah pengalaman menarik untuk diingat.

Singkat cerita, inilah aku sekarang. Seorang manusia yang punya keinginan menulis yang besar tetapi sayang keinginan tersebut sampai sekarang ini belum sepenuhnya terealisasi. Sebuah keinginan memang sudah terlaksana. Menulis dan presentasi di Forum Nasional. Insya Allah lain kali aku ceritakan tentang hal tersebut. Bangga !!! Ya manusia pastilah diberikan sebuah sifat tersebut. Tapi aku berdoa semoga kebanggaan tersebut tidak menjerumuskan aku ke dalam sebuah KESOMBONGAN.