Jumat, 18 Maret 2011

Siaran Pers PPI Jepang tentang ke-TIDAK PROFESIONAL-an Pemberitaan Media Nasional

Gempa dan Tsunai melanda Jepang. Banyak WNI yang tinggal di Jepang. Hal itu yang kemudian diekspose secara besar-besaran oleh Media Nasional. Namun terkadang berita yang dipublikasikan justru sangat bertentangan dengan kejadian sebenarnya di Jepang, berikut saya sampaikan siaran pers PPI Jepang terkait dengan pemberitaan Media Nasional yang TIDAK PROFESIONAL dalam pemberitaan bencana di Jepang.

source : disini

SIARAN PERS

Pernyataan
Sikap Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang (PPI Jepang)

Perihal Pemberitaan Media Nasional yang Tidak Profesional Terkait Bencana di Jepang, Maret 2011

Berkaitan dengan bencana gempa di Perfektur Miyagi, Jepang, berskala 9 Richter yang disusul dengan tsunami dan ancaman radiasi nuklir, kami mahasiswa Indonesia di Jepang sangat menyayangkan berita-berita di beberapa media nasional yang dinilai tidak profesional dalam menyiarkan informasi. Kami mendapati berita-berita tersebut salah dan tidak sesuai dengan fakta sebenarnya di Jepang sehingga mengakibatkan keresahan berlebihan bagi masyarakat dan keluarga di tanah air.

Selasa, 12 Oktober 2010

Game, Memori, dan Kesan

Dalam sepekan terakhir, salah satu teman dalam akun jejaring sosial yang saya memberikan sebuah mini game yang lebih menitikberatkan pada aspek ingatan dan sesuatu hal yang disukai. Ada dua game yang dibuat, lebih jelasnya pada tulisan di bawah.

Ini adalah game yang pertama, saya copas langsung dari akun jejaring sosial yang saya ikuti.

The rules:
Don't take too long to think about it.
Fifteen films you've seen that will always stick with you.
List the first fifteen you can recall in no more than fifteen minutes.
Tag fifteen friends (at least, heeehaww....), including me, because I'm interested in seeing what films my friends choose.
(To do this, go to your Notes tab on your profile page, paste rules in a new note, cast your fifteen picks, and tag people in the note - upper right hand side.)

Kamis, 09 September 2010

Idul Fitri : Minal Aidin Wal Faizin atau Taqabbalallahu Minna Wa Minkum ?


Postingan kali ini berkaitan dengan perayaan Idul Fitri 1 Syawal 1431 Hijriyah yang kali ini bertepatan dengan hari Jumat, 10 September 2010 Masehi. Kali ini, saya ingin sedikit sharing tentang ucapan-ucapan yang sering diucapkan orang-orang dalam kaitan Idul Fitri.

Sebagaimana diketahui bersama bahwa Idul Fitri memiliki arti kembali kepada kesucian setelah sebulan lamanya berpuasa. Dalam sumber yang lain menyebutkan bahwa Idul Fitri bermakna kembali berbuka (makan dan minum) setelah sebulan berpuasa. Salim A. Fillah dalam akun twitternya menyampaikan bahwa 'ID memang berarti 'kembali', dengan segala makna yang dicakup oleh kata itu. Semoga kita tak kembali jahat, kembali bejat, kembali maksiat

Tulisan berikut saya share-kan dari sebuah pesan yang masuk ke dalam akun Facebook saya, dari Grup Ahmad Tukiran Maulana seorang da'i keliling yang sering saya jumpai di Masjid Kampus UGM. Berikut tulisannya (dengan perubahan seperlunya)

Ucapan yang tepat dalam memberikan ucapan Idul Fitri sebenarnya BUKAN Minal Aidin Wal Faizin.

Rabu, 25 Agustus 2010

Pindahan



Saya tidak tahu, harus mendefiniskan ini sebagai pindahan atau pulang kampung atau mudik. Tetapi yang jelas, saya akan segera meninggalkan Ibukota Indonesia setelah dalam rentang waktu 1 tahun 8 bulan saya bersahabat dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada.

Ya, setelah sekian lamanya, saya akan kembali ke kota asal, sebuah kota yang juga pernah menjadi ibukota Indoesia pada zaman pendudukan Belanda dulu.

Selasa, 03 Agustus 2010

Karena Satu Titik (posisi) Begitu Berharga (bagian dua)

Pada episode sebelumnya saya tuliskan sekelumit tentang apa itu GPS, GNSS dan segala tetek bengek teoritisnya. Untuk episode kali ini akan saya tuliskan tentang instrumen yang biasa digunakan untuk penentuan posisi.

Secara umum, instrumen untuk penentuan posisi (baca = receiver GNSS) terbagi dalam dua kelas besar. Yakni receiver navigasi dan receiver geodetik. Mungkin bahasa itu dirasa agak asing. Hehehe :) Pada dasarnya keduanya sama-sama digunakan untuk penentuan posisi. Beda antara keduanya selain pada harga instrumen, adalah pada hasil akurasi dari penentuan posisi tersebut.